Mengambil Kekuatan Lawan (Asma’ Al-Istijlab )

Memuat...
Bismillaahirrohmaanirrohiim
Tawasul kepada:
Nabi Muhammad Rasulullah SAW
Khulafaurrasidin Abu Bakar – Umar – Usman – Ali r.a
Malaikat Muqorrobin
Syekh Abil Hasan As-Syadziliy r.a
Syekh Abdur Qodir Jailani Al-Baghdadiy r.a
Syekh Ahmad Ali Al-Bunni r.a
Sunan Kalijogo
Man Ajazani

ALLAAHUMMAKHRIJ MIN QUWWATI ‘ADUWWINA MIN ‘ILMIKA BIQUD-ROTIKA AJIB AJIB AJIB LASYADIIDAL-BATHSYI FAIDLOL-FAYAADLI BIHAQQI HADZIHIL-ASMAA-I YAA ALLAAHU YAA HAADIYU YAA MAALIKU YAA JABBARU YAA QOHHARU YAA SALAAMU YAA LATHIIFU YAA HAKIIMU YAA HALIIMU YAA SHOMAADU WALHAMDULILLAAHI ROBBIL’ALAMIIN.

Syarat-syarat penguasaannya adalah :

Puasa 7 hari nyirik tidak makan sesuatu yang bernyawa.
Puasa dimulai hari jum’at dan berakhir hari kamis.
Selama puasa Asma’ di atas diwirid sehabis sholat fardhu, sehari semalam dibaca 5 kali.
Puasa hari terakhir kamis malam jum’at, asma’ ini diwirid 7x baru berbuka puasa (buka puasanya jam 12 malam), habis buka puasa tidak boleh tidur sampai jum’at pagi.

Adapun cara penggunaannya cukup dengan memandang mata musuh/lawan terus turun ke dada seolah-olah kita tarik (sedot) nyawanya dan badannya secara utuh seakan-akan mau kita telan atau terkam.
Untuk mengatisipasi lawan/musuh yang mungkin punya ilmu yang sama dengan kita maka usahakan jangan sampai kalah pandangan karena siapa yang lebih kuat memandang itulah yang menang.
Setelah menguasai Asma’ Al-Istijlab ini sebaiknya diwiridkan sehabis sholat maghrib dan subuh supaya bisa menyatu dengan kita manakala membutuhkan secara spontan kita selalu siap untuk menggunakan.

Related Post



Tidak ada komentar:

Postingan Populer