Asma Tammah

Dengan nama ALLAH yang Maha Pengasih dan Penyayang. Aku berlindungkepada ALLAH Yang Maha Pemurah dan berpegang teguh pada kalimat-kalimatNya yang sempurna yang tidak dapat dipengaruhi oleh sesiapapun juga, baik yang taat mahupun orang fasik, dari kejahatan yang turun darilangit dan kejahatan yang naik ke langit, kejahatan yang ada di muka bumi,kejahatan fitnah-fitnah dan peristiwa yang membawa akibat buruk yang terjadi siang dan malam, kecuali peristiwa yang membawa kebaikan, wahaiTuhan kami Yang Maha Rahman.

Penjelasan:
Ketika Rasulullah s.a.w sedang dalam perjalanan ke israa’, sebelum sampai ke tempat yang dituju tercium olehnya bau yang harum, bau Masitah penyisir anak firaun. Disitu Nabi s.a.w melihat ifrit yang mengikuti daribelakang dengan obor api pembakar kebenaran hendak membinasakan Rasulullah s.a.w. malaikat Jibril mengajarkan kalimat sakti (KalimatTammah) untuk menolak dan mengahancurkan ifrit tersebut. Kalimat itu dibaca oleh Rasulullah s.a.w maka ifrit tersungkur jatuh di atas tanah terbakar menjadi abu oleh api obornya sendiri.Maka dengan ini kalimat tersebut di atas dapat dipergunakan untu kmengusir ifrit dan syaitan yang hendak melemahkan keimanan kita dan untuk menghindarkan diri dari kejahatan manusia yang mengikuti nafsu syaitannya dan dari segala kejahatan apa saja yang ada di dunia ini.

Keterangan:
Tahap 1
A’uudzu bikalimaatilaahit taammati min syarri maa kholaq.
Artinya :
“Aku berlindung dengan kalimat Tuhan yang Maha Sempurna darisemua kejahatan yang dijadikanNya”
Diwirid selama 7 hari berturut-turut sebanyak 99 kali di setelah Subuh danMaghrib.

Tahap 2
A’uudzu bikalimaatillahit taammati min kulli syaithonin wa haammatin wa mingkulli ‘aiinin laammah.
Artinya : “Aku berlindung dengan kalimat Tuhan yang Maha Sempurna dari syaitan yang menggoda dan dari pandangan mata yang menyeramkan.”
Diwirid selama 7 hari berturut-turut sebanyak 99 kali di tengah malam.

Tahap 3
A’uudzu biwaj’hillaahil kariimWa bikalimaatil laahit taammaatil latii laa yujaawizuhunna barrunwa laa faajirunmin syarri maa yanzilu minas’sama’iWa min syarri maaya’ ruju fiihaWa min syarri maa dzaro-a fiil ardhiWa min syarri ma yakh’ruju minhaaWa min fitanil laili wan nahaariWa min thowaariqil laili wan nahaari illa thooriqonYath’ruqu bikhoirin ya rahman.
Artinya :
“Aku berlindung pada Tuhan Yang Maha Pemurah dan berpegangteguh pada kalimat-kalimatNYA yang sempurna yang tidak dapatdiperangaruhi oleh siapapun juga, baik orang taat maupun orang fasik, darikejahatan yang turun dari langit dan kejahatan yang naik ke langit,kejahatan yang ada dimuka bumi dan kejahatan yang keluar dari bumi,kejahatan fitnah-fitnah dan peristiwa yang membawa akibat buruk yangterjadi siang dan malam, kecuali peristiwa yang membawa kebaikan, YaTuhan kami yang Maha Rahman (Pengasih).”Dibaca setiap hari, sampai hafal.

Tidak ada komentar:

Horoskop Jawa ( Pranata Mangsa )

Mangsa Kaso [23 Juni–2 Agustus]
Mangsa Karo [3 Agustus–25 Agustus]
Mangsa Katelu [26 Agustus – 18 September]
Mangsa Kapat [19 September – 13 Oktober]
Mangsa Kalima [14 Oktober – 9 Nopember]
Mangsa Kanem [10 Nopember – 22 Desember]
Mangsa Kapitu [23 Desember - 3 Pebruari]
Mangsa Kawolu [4/5 Pebruari - 1 Maret]
Mangsa Kasanga [2 Maret – 26 Maret]
Mangsa Kasadasa [27 Maret – 19 April]
Mangsa Desta [20 April – 12 Mei]
Mangsa Saddha [13 Mei – 22 Juni]

Bab Keilmuan - Ajian

Tafsir Mimpi

Temukan tafsir mimpi dengan mengklik tautan berikut ini sesuai dengan huruf depan topik mimpi Anda :
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W Y Z



Uncategorise

Tips Tradisional

Makna Tembang Macapat

Mijil
Maskumambang
Kinanthi
Sinom
Dhandanggulo
Asmaradana
Gambuh
Durma
Pangkur
Megatruh
Pocung
Wirangrong
Pungkasan


Cerita Wayang



Karakter Zodiak
Aquarius Aries Cancer Capricorn Gemini Leo Libra Pisces Sagitarius Scorpio Taurus Virgo

Tanaman Penangkal Radiasi Ghaib
Tebu Wulung Kemuning Jawa Pinang Merah Kaktus Mawar Pohon Tanjung Bambu Kuning Cocor Bebek Jambu Dersono Pohon Serut
Bab Pengasihan - Pelet

Petuah-Pitutur Jawa



Tahukah Anda

'Sura Dira Jayaning Kangrat,Sura Brasta Cekaping Olah Darmastuti'
2009 | Ilmu Warisan Leluhur | Powered by Blogger